Cybersecurity Membutuhkan Wanita

Cybersecurity Membutuhkan Wanita

Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa mencari tenaga kerja cybersecurity sangatlah sulit. Kesulitan ini bukan lagi menjadi kesulitan suatu negara atau wilayah, namun menjadi kesulitan seluruh dunia.

Menurut Cybersecurity Ventures, akan ada 3,5 juta lowongan kerja cybersecurity di tahun 2021. Sementara itu di seluruh dunia, wanita yang menggeluti dunia cybersecurity hanya berkisar antara 20%. Masih banyak peluang bagi wanita untuk berkarier di dunia cybersecurity.

Menyeimbangkan kesenjangan gender pada dunia cybersecurity perlu diperhatikan bukan hanya masalah keseimbangan antara pria dan wanita. Menurut Priscilla Moriuchi, Direktur Recorded Future, “Memiliki lebih banyak karyawan wanita membawa dampak positif bagi perusahaan secara keseluruhan. Keragaman dalam perspektif, kepemimpinan, dan pengalaman membawa dampak yang baik bagi perusahaan.”

Pernyataan tersebut tentu saja bersifat umum dan berlaku untuk segala jenis keahlian, yang berarti juga berlaku untuk dunia cybersecurity. “Kita membutuhkan latar belakang yang berbeda karena orang-orang yang kita hadapi (para hacker, pelaku kejahatan siber, dan penjahat pada umumnya) juga mempunyai latar belakang dan pengalaman yang sangat berbeda-beda” lanjut Moriuchi. “Semakin beragam orang dan pengalaman yang kita miliki untuk menjaga jaringan kita, maka akan semakin besar pula kemungkinan kita akan berhasil”.

Banyak wanita tidak menganggap cybersecurity dan dunia teknologi secara umum sebagai karier yang menjanjikan. Mereka masih menganggap bahwa area tersebut adalah area para pria. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dianggap menarik dan menjanjikan dari dunia cybersecurity bagi para wanita.

  1. Jaminan Keamanan Pekerjaan. Melihat kenyataan saat ini bahwa kebutuhan tenaga kerja cybersecurity masih jauh lebih tinggi daripada pasokannya, ditambah dengan serangan-serangan siber yang terlihat tidak makin berkurang, maka masa depan pekerjaan sebagai cybersecurity dipastikan masih terus ada. Menurut pengamatan dari (ISC)2, akan ada 1,5 juta lowongan kerja sebagai cybersecurity di tahun 2020 yang tidak terisi. Jadi jika anda menginginkan karir yang dapat diandalkan dan masih akan terus berkembang, maka cybersecurity adalah pilihan yang tepat.
  2. Penghasilan Tinggi.  Efek dari tingginya kebutuhan tenaga cybersecurity, maka besaran gaji di dunia cybersecurity menjadi tinggi. Banyak riset dilakukan terkait hal ini dan semuanya membenarkan pernyataan tersebut.
  3. Beasiswa dan Insentif Bagi Wanita. Presiden Barrack Obama menyatakan di tahun 2013 bahwa dunia membutuhkan banyak tenaga wanita di bidang matematika, ilmu pengetahuan alam, dan teknik. Pernyataan tersebut didukung oleh beberapa Lembaga Pendidikan yang memberikan insentif khusus bagi para wanita.
  4. Banyak Perusahaan Mencari Tenaga Cybersecurity Wanita. Perusahaan swasta dan pemerintahan banyak yang mencari tenaga cybersecurity wanita secara khusus untuk memberikan pandangan beragam bagi tim cybersecurity mereka. Hal tersebut dilakukan bukan hanya supaya dinilai publik sebagai perusahaan yang memperkerjakan tenaga wanita setara dengan pria, namun lebih ke arah mencari inovasi baru dari sudut pandang yang berbeda. 

Dengan fakta-fakta di atas, maka para wanita Indonesia diharapkan berantusias untuk memasuki dunia cybersecurity. Jadikanlah cybersecurity sebagai salah satu alternatif karier bagi anda atau keluarga anda.