MEMPROTEKSI ANAK DARI KEJAHATAN SIBER

MEMPROTEKSI ANAK DARI KEJAHATAN SIBER

Kejahatan siber pada anak-anak semakin meningkat setiap tahunnya, kurangnya kesadaran para orangtua mengawasi anak-anak dalam menggunakan internet menjadi masalah utama yang menyebabkan kejahatan siber tesebut. Berdasarkan data dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), kejahatan siber pada anak di Indonesia mencapai 679 kasus pada tahun 2018 yang lalu. Hal tersebut perlu perhatian khusus baik dari orangtua, pemerintah dan kita semua untuk melindungi anak-anak dari kejahatan siber.

Ditengah pandemi corona ini, penggunaan internet semakin meningkat, selain para orangtua yang harus bekerja online dari rumah, anak-anak pun diharuskan belajar secara online dari rumah masing-masing. Antara amanat sekolah dan teman bermain melalui video chatting, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu online pada saat karantina daripada sebelumnya. Orangtua tidak bisa mengontrol aktivitas anak-anak di internet pada saat mereka bekerja, dan hal tersebut bisa beresiko.

Internet adalah sumber informasi dan lautan pengetahuan tanpa akhir bagi anak-anak. Namun dengan meningkatkan situs web yang menawarkan konten dewasa dan kekerasan membuat anak-anak menjadi rentan terhadap kejahatan siber. Anak-anak dengan polosnya mudah untuk mengungkapkan informasi yang pribadi di komputer atau perangkat anda kepada orang asing.

Ada 3 ancaman yang sering mengancam anak-anak dalam penggunaan internet yang patut diwaspadai oleh para orangtua:

  1. Cyberbullying
    Hal ini sering terjadi di media sosial, dengan tujuan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran.
    Contoh: mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan.
  2. Predator Online
    Kejahatan pada anak yang dilakukan oleh orang dewasa yang menggunakan internet untuk membujuk anak-anak melakukan eksploitasi seksual atau jenis lain.
    Contoh: Para pelaku kejahatan ini biasanya beroperasi di chat room atau situs jejaring sosial atau game, mulai dari berbohong mengenai asal usulnya hingga menjanjikan hal-hal yang menarik.
  3. Konten Dewasa
    Konten yang tidak pantas adalah salah satu ancaman online paling umum yang ditemui anak-anak. Mulai dari bahasa yang vulgar dan ucapan benci sampai gambar yang kasar atau seksual dapat memiliki efek berbahaya pada anak yang mudah terpengaruh.
    Contoh: Kartun untuk keluarga yang menargetkan anak di bawah umur tapi berisi tema dewasa atau yang tidak sesuai dengan usia anak di bawah umur tersebut, seperti kekerasan, seks, kematian, narkoba, dan sebagainya.

Untuk menghindarkan anak-anak dari hal-hal negative dan berbahaya dari internet, maka tim EDGE-Cyber merangkumkan beberapa tips aman dalam menggunakan internet bagi anak-anak:

  1. Pastikan situs web Aman
    Setiap alamat situs web dimulai dengan huruf “http” tetapi akan lebih aman bila anda melihat huruf tambahan “s” dibelakangnya “https” itu berarti situs web tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga pengguna dan informasi mereka aman saat menggunakan situs tersebut.
  2. Gunakan Kontrol Orangtua
    Windows dan Mac OS X memungkinkan Anda untuk menambahkan kontrol orangtua untuk akun pengguna. Kontrol yang dapat mengatur aktivitas anak pada komputernya. Ini termasuk batas waktu, pembatasan situs, dan pengendalian aplikasi tertentu yang dapat dibuka. 
  3. Gunakan mesin pencari ramah anak
    Mesin pencari yang umum dapat kembali menghasilkan konten yang tidak pantas yang Anda tidak ingin anak-anak Anda melihatnya. Namun, ada beberapa mesin pencari yang dirancang hanya akan menghasilkan pencarian yang ramah anak (meskipun masih ada kemungkinan mendapatkan hasil yang tidak pantas). Contohnya termasuk KidsClick! , KidTopia , dan KidRex.org.
  4. Komunikasi dan Edukasi
    Orangtua dan guru memiliki peranan sangat penting sebagai tempat berdiskusi bagi anak-anak tentang apa yang mereka temukan di internet. Buatlah anak-anak tersebut nyaman untuk berdiskusi dan percaya kepada anda sehingga mereka tidak segan untuk bertanya bila ada sesuatu yang meresahkannya di internet.

Anak-anak merupakan generasi penerus suatu keluarga dan lebih luasnya lagi bagi suatu bangsa, dengan demikian dibutuhkan anak dengan kualitas yang baik agar tercapai masa depan yang baik. Adalah tugas dan tanggung jawab bagi orangtua, guru, dan pemerintah untuk memberikan pendidikan dan juga keamanan bagi anak-anak agar mereka dapat bertumbuh menjadi manusia yang berkualitas.