TINDAKAN PERLINDUNGAN DATA DARI PENCURIAN DATA

TINDAKAN PERLINDUNGAN DATA DARI PENCURIAN DATA

Cybercrime didorong oleh banyaknya data yang tersedia, serta meningkatnya penggunaan sistem penyimpanan di luar kantor dan cloud telah menyebar data, hal tersebut memberikan banyak poin kepada pelaku kejahatan siber untuk dapat mengaksesnya. Pencurian data mengacu pada transfer illegal atau penyimpanan data apa pun yang bersifat rahasia, pribadi, atau finansial. Jenis data ini disimpan di komputer, server, atau perangkat elektronik dan termasuk kata sandi, software code, algoritma, informasi berorientasi proses eksklusif, dan teknologi.

Kenyataanya adalah bahwa setiap instansi yang terhubung ke internet berpotensi untuk menjadi korban kejahatan dunia maya. Anda harus waspada dan bersiap untuk hal-hal yang tidak terduga sehingga memiliki pertahanan untuk bertahan dari peristiwa yang tak terduga, berdampak besar, dan berpotensi menjadi bencana komersial.

Langkah praktis yang bisa Anda ambil untuk melindungi bisnis, pelanggan serta reputasi Anda meliputi:

  • Mengontrol hak akses secara ketat, Anda harus waspada dalam mengendalikan siapa yang memiliki akses ke informasi perusahaan yang sensitif. Dengan mengenali data apa yang penting untuk bisnis Anda, lalu mengklasifikasinya dengan baik, dan menggunakan perangkat lunak pencegahan kehilangan data seperti Data Loss Prevention (DLP) untuk melindunginya
  • Menggunakan VPN setiap terhubung ke internet, VPN (Virtual Private Network) membuat jaringan virtual yang mengenkripsi data Anda dan menyembunyikan alamat IP anda yang sebenarnya. Karena ini akan melindungi data Anda dari pencurian data
  • Edukasi untuk Karyawan, ancaman nomor satu terhadap kemanan dunia maya adalah karyawan yang meninggalkan laptop dan perangkat seluler tanpa pengawasan di tempat-tempat rentan, seperti transportasi umum, mobil, atau restoran. Mereka secara tidak sadar menggelar salam selamat datang pada para peretas, menempatkan jaringan dan data perusahaan dalam bahaya jika mereka menyimpan informasi sensitif pada hard drive lokal atau kata sandi yang lemah dan mudah ditebak. Sangat penting bagi instansi untuk mengambil pendekatan proaktif dan berkelanjutan untuk mendidik seluruh tenaga kerjanya tentang ancaman keamanan siber dan tindakan balasan sebelum seseorang atau sesuatu membahayakan sistem, data, reputasi, atau bahkan finansial instansi.
  • Membuat kata sandi yang kuat, Membuat kata sandi yang panjang dengan alfanumerik yang berisi huruf dan angka serta karakter karena akan sulit ditebak oleh peretas.
  • Memasang Firewall, Pastikan Instansi memiliki firewall yang mencegah peretas mengakses informasi pribadi dan rahasia. Ini akan meningkatkan pencurian data Anda.
  • Menggunakan Anti-Malware, selalu perbarui perangkat lunak di jaringan instansi Anda. Setiap kali terdapat pembaruan, pastikan Anda menginstalnya. Namun, perlu diingat bahwa perangkat lunak keamanan yang gratis kadang-kadang mengandung “Malware” yang membahayakan jaringan Anda.
  • Enkripsi data, mengkodekan infromasi sehingga hanya orang atau komputer yang memiliki kunci yang tepat yang dapat mengdekripsi kode itu. Enkripsi semua data yang berisi informasi sensitif adalah suatu keharusan.

Meskipun banyak perusahaan telah berinvestasi dalam keamanan TI, namun kenyataannya serangan siber tidak mudah dihindari, para pelaku kejahatan siber selalu berusaha untuk menyerang dengan menggunakan metode-metode yang inovatif. Memerlukan pendeteksi dan respons yang cepat dalam mengatasi hal tersebut, untuk itu perusahaan harus mengembangkan dan menerapkan program ketahanan siber yang efektif untuk mengurangi dampak pada instansi dan melindungi data sensitif atau rahasia. di sini EDGE-CYBER dengan di bekali oleh para ahli dibidangnya siap membantu untuk mencegah terjadinya pencurian data. Jika ada yang ingin ditanyakan atau dikonsultasikan terkait dengan keamanan data silahkan mengkontak kami.